Skenario Hidup
Thursday, January 3rd, 2008Terkadang kita tidak mengerti dengan aliran hidup yang kita jalani, sering apa yang amat sangat kita inginkan benar-benar jauh dari apa yang kita dapatkan, tapi justru apa yang tidak pernah kita duga, tiba-tiba terbentang dihadapan kita.
Ketika suatu hal kita impikan terjadi didalam hidup kita, berbagai usaha telah kita lakukan untuk mendapatkannya, lama kita menggumulkannya, bahkan kita sudah doa puasa untuk mendapatkannya, tetapi terkadang impian itu tetap tidak bisa terjangkau oleh tangan, impian itu bahkan hanya menjelma menjadi sebuah mutiara didasar laut, yang mana kita tahu bahwa mutiara itu ada dan nyata, tapi mutiara itu bukan milik kita, bahkan untuk melihat saja kita tidak bisa, karena kita tidak punya kuasa untuk melihatnya.
Terkadang dalam hati saya berkata kiranya impianku itu bisa kujangkau, bisa kugenggam, bisa kurangkul, tapi jikalaupun hal itu tidak bisa aku dapatkan, wahai impianku bisakah engkau menjadi sebuah bintang dilangit, meski aku tidak bisa memilikimu, tapi aku bisa melihatmu dan merasakan keindahanmu walau hanya sekejap mata, karena aku tahu kamu tidak akan pernah suatu keabadian bagiku, karena kamu bukan milikku yang seutuhnya.
Hari-hari yang kita jalani bukanlah berupa hari yang kebetulan, tapi tiap perjalanan itu sudah mengikuti alur atau skenario hidup yang telah dirancangkan untuk kita. kita tidak akan pernah tau akan hari esok, kita tidak bisa apa yang akan kita dapatkan satu jam kedepan, karena kita hanyalah pelaku cerita yang mengikuti skenario yang telah disusun rapi oleh sang sutradara.
kita tidak bisa mengelak, menghindar dan berkata, aku tidak bisa mengikuti skenario ini, ini tidak cocok buat karakterku, skenario ini tidak pas dengan hidupku karena kita sudah diikat harus menjalankan skenario itu, yang kita miliki hanya berupa impian dan harapan meskipun terkadang tidak sesuai dengan harapan kita, tetapi bersyukurlah atas apa yang kita terima hari ini, hargai waktu yang diberikan buat kita supaya kita bisa menjalani skenario hidup kita itu dengan penuh suka cita.
Aku sebagai aktor utama dalam cerita hidupku terkadang ingin mengubah alur cerita itu, terkadang aku ingin membuat skenario yang akan aku jalani itu menjadi skenario yang lebih indah, lebih menarik dan lebih bermakna, tetapi terkadang aku tidak kuasa untuk merubahnya, sebuah tembok besar sudah membentang dihadapanku yang memisahkan aku dengan tulisan skenario itu, sehingga aku tidak bisa menjangkaunya untuk bisa menghapus alur crita yang tidak sesuai dengan harapanku. sungguh sedih rasanya ketika aku dihadapkan pada sesi yang benar-benar tidak pernah aku inginkan, aku ingin menangis, menangis dan menangis tapi aku sadar kalau aku hanya terhanyut dalam tangisan itu, maka cerita itu akan semakin lama terlewati, sehingga aku selalu berusaha berdiri dan tetap melangkah untuk cepat-cepat bisa menyelesaikan sesi itu. Tapi terkadang ketika aku dihadapkan dengan cerita yang benar-benar aku impikan, serasa aku tetap berada disesi itu, tak ingin keluar dari sesi itu, tapi itulah skenario hidup, kita hanya bisa menjalani, dan setiap sesi sudah memiliki batasan waktu, karena jika suatu sesi cerita terlalu lama, maka cerita itu juga jadi tidaklah indah.
Memang apa yang kita lakukan sekarang, apa yang kita kerjakan skarang, itu amat sangat berpengaruh terhadap skenario berikutnya, skenari itu bisa berubah tetapi kita tidak tahu dan tidak pernah bisa melihat kapan skenario itu dirubah, sebesar apapun usaha kita untuk merubah skenario kita sendiri, itu tidak akan pernah bisa karena skenario itu tersembunyi dari hadapan kita, jadi tetaplah bersuka cita menjalani apa yang sudah dituliskan menjadi cerita hidup kita..
Tuhan ajar aku dan beriku hikmat, kuasa dan kesabaran dalam menjalani setiap skenario Hidupku yang telah Engkau susun dalam buku kehidupan.